
Mentari terlihat tersenyum lebar dari jendela kamar dikala aku sedang melangkahkan kaki dari
tempat tidurku,dan akupun menyambut pagi itu dengan penuh semangat ceria.
Kenalkan namaku Apriliandini Nur Rahmawati, Lia adalah nama panggilanku. Aku
bergegas menuju kamar mandi dan melanjutkan aktifitasku seperti biasa. Seperti
biasa aku berangkat sekolah pukul 06.30 . Kemudian sampai sekolah sudah
terdengar bel masuk jam pertama berbunyi. “waduh....bisa telat nih masuk kelas
!”,ucapku. Untungnya aku sampai kelas tepat waktu,ibu Kusmiati belum masuk
kelas. Waktu demi waktu telah berlalu,dan bel istirahat
berbunyi.”yeE........”,sorak-sorai anak-anak. Aku dan teman-teman sekelasku
langsung bergegas menuju kantin.
Sesampainya di kantin tiba-tiba ada yang
menepuk belakang punggungku,akupun terkejut dan langsung menoleh ke belakang,
“Oo......mbak Dita,ada apa mbak ?”,tanyaku.”dek kamu sudah minta ACC
proposalnya belum?”,kata mbak Dita.”belum mbak “,jawabku sambil tersenyum dan
aku langsung bilang bahwa aku akan segera minta ACC buat proposal.
Selesai mengisi perut,aku dan salah satu
temanku langsung kembali ke kelas untuk mengambil proposalnya. Di dalam
proposal itu ada 4 orang yang harus dimintai tanda tangan yaitu ketua MPK,pembina
MPK,Wakasek Kesiswaan,dan Kepala
Sekolah. Proposal ini memang sangt penting ,karena 2 hari lagi akan di adakan
rapat besar MPK. Dan aku harus meminta ACC,sebab itu adalah salah satu tugasku
selaku Sekretaris MPK dan ini juga merupakan tugas pertama yang aku lakukan.
Diperjalananku ternyata aku bertemu dengan
bapak kepala sekolah ,”alhamdulilah.....aku ketemu pak Musriono “,ujarku dalam
hati. Tanpa pikir panjang aku langsung menyapa beliau dan berkata bahwa aku dan
temanku ingin meminta tanda tangan beliau. Pak Musriono pun menannggappi dengan
ramah dan mempersilahkanku dan temanku untuk masuk ke ruangannya. Kami berdua
masuk ke ruang kepala sekolah,”kalau masuk ruang saya,terutama perempuan harus
lebih dari dua satu orang ,karena agar tidak terjadi fitnah”ujar beliau.
Setelah mendapat banyak nasehat dari beliau
kami berdua mendapat banyak pelajaran yang sangat bermanfaat, akhirnya
beliau perlahan-lahan membuka proposal
yang telah kami sodorkan tadi, “ Saya
tidak bisa menandatangani proposal ini !”,ucap pak Musriono sambil
menghempaskan proposal yang kami sodorkan. Kamipun terhentak, dadaku berdegup
kencang mendengar hal tersebut. Aku takut ,bingung, dan semua perasaan yang
tidak enak bercampur aduk dalam hatiku. Melihat ekspresi wajah beliau yang
memerah, aku semakin tertekan ,karena tugas ini adalah tugas pertama yang baru
akku jalani dan “ masak harus gagal sich.......?”batinku. Kemudian aku dan
temanku saling memandang satu sama lain dengan ekspresi linglung.” Sekali lagi
saya tidak mau menandatangani proposal ini,”ucap pak Musriono. Suara beliau
memecahkan keheningan diantara kami berdua. Karena merasa bingung akupun
langsung bertanya kepada beliau mengapa beliau tidak mau menandatangani
proposal yang kami ajukan.
![]() |
” Saya tidak bisa menandatangani proposal ini karena proposal ini belum ditandatangani pembina MPK serta Wakasek Kesiswaan”,ujar beliau. Mendengar hal tersebut aku kaget dan akupun baru tahu kesalahanku ,aku langsung meminta maaf kepada beliau dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini. Akhirnya aku baru sadar ternyata memang betul kata orang tua bahwa ” NAIK TANGGA ITU HARUS DARI BAWAH” karena apabila langsung dari atas maka kita tidak akan sukses. Dan kesalahan ini akan ku jadikan sebagai kenangan dan pengalaman hidup.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar