Sabtu, 15 September 2012

cerpen Kegagalan, Jalan Pintas



Kegagalan, Jalan Pintas

Mentari terlihat  tersenyum lebar dari jendela kamar  dikala aku sedang melangkahkan kaki dari tempat tidurku,dan akupun menyambut pagi itu dengan penuh semangat ceria. Kenalkan namaku Apriliandini Nur Rahmawati, Lia adalah nama panggilanku. Aku bergegas menuju kamar mandi dan melanjutkan aktifitasku seperti biasa. Seperti biasa aku berangkat sekolah pukul 06.30 . Kemudian sampai sekolah sudah terdengar bel masuk jam pertama berbunyi. “waduh....bisa telat nih masuk kelas !”,ucapku. Untungnya aku sampai kelas tepat waktu,ibu Kusmiati belum masuk kelas. Waktu demi waktu telah berlalu,dan bel istirahat berbunyi.”yeE........”,sorak-sorai anak-anak. Aku dan teman-teman sekelasku langsung bergegas menuju kantin.
Sesampainya di kantin tiba-tiba ada yang menepuk belakang punggungku,akupun terkejut dan langsung menoleh ke belakang, “Oo......mbak Dita,ada apa mbak ?”,tanyaku.”dek kamu sudah minta ACC proposalnya belum?”,kata mbak Dita.”belum mbak “,jawabku sambil tersenyum dan aku langsung bilang bahwa aku akan segera minta ACC buat proposal.
Selesai mengisi perut,aku dan salah satu temanku langsung kembali ke kelas untuk mengambil proposalnya. Di dalam proposal itu ada 4 orang yang harus dimintai tanda tangan yaitu ketua MPK,pembina MPK,Wakasek  Kesiswaan,dan Kepala Sekolah. Proposal ini memang sangt penting ,karena 2 hari lagi akan di adakan rapat besar MPK. Dan aku harus meminta ACC,sebab itu adalah salah satu tugasku selaku Sekretaris MPK dan ini juga merupakan tugas pertama yang aku lakukan.
Diperjalananku ternyata aku bertemu dengan bapak kepala sekolah ,”alhamdulilah.....aku ketemu pak Musriono “,ujarku dalam hati. Tanpa pikir panjang aku langsung menyapa beliau dan berkata bahwa aku dan temanku ingin meminta tanda tangan beliau. Pak Musriono pun menannggappi dengan ramah dan mempersilahkanku dan temanku untuk masuk ke ruangannya. Kami berdua masuk ke ruang kepala sekolah,”kalau masuk ruang saya,terutama perempuan harus lebih dari dua satu orang ,karena agar tidak terjadi fitnah”ujar beliau.
Setelah mendapat banyak nasehat dari beliau kami berdua mendapat banyak pelajaran yang sangat bermanfaat, akhirnya beliau  perlahan-lahan membuka proposal yang telah kami sodorkan tadi, “ Saya tidak bisa menandatangani proposal ini !”,ucap pak Musriono sambil menghempaskan proposal yang kami sodorkan. Kamipun terhentak, dadaku berdegup kencang mendengar hal tersebut. Aku takut ,bingung, dan semua perasaan yang tidak enak bercampur aduk dalam hatiku. Melihat ekspresi wajah beliau yang memerah, aku semakin tertekan ,karena tugas ini adalah tugas pertama yang baru akku jalani dan “ masak harus gagal sich.......?”batinku. Kemudian aku dan temanku saling memandang satu sama lain dengan ekspresi linglung.” Sekali lagi saya tidak mau menandatangani proposal ini,”ucap pak Musriono. Suara beliau memecahkan keheningan diantara kami berdua. Karena merasa bingung akupun langsung bertanya kepada beliau mengapa beliau tidak mau menandatangani proposal yang kami ajukan.
Down Ribbon: SELESAI


Cloud Callout: Betul  kata orang tua  bahwa naik tangga itu harus dari bawah...!!

” Saya tidak bisa menandatangani proposal ini karena proposal ini belum ditandatangani pembina MPK serta Wakasek Kesiswaan”,ujar beliau. Mendengar hal tersebut aku kaget dan akupun  baru tahu kesalahanku ,aku langsung meminta maaf kepada beliau dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini. Akhirnya aku baru sadar ternyata memang betul kata orang tua bahwa ” NAIK TANGGA ITU HARUS DARI BAWAH” karena apabila langsung dari atas maka kita tidak akan sukses. Dan kesalahan ini akan ku jadikan sebagai kenangan dan pengalaman hidup.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar